Untuk Keluarga Sarah
Untuk Keluarga Sarah
Diary, aku sempat menulis bahwa;
Kehidupan ini adalah sekolah terbaikku..
Aku bisa belajar banyak hal dari apa yang aku lihat,
Rasakan, dan alami..
Allah punya cara-Nya tersendiri untuk men-tarbiyah hamba-Nya
Termasuk aku..
Sarah,
Gadis kecil yang tinggal dipinggiran
kota Bontang..
Rumah papan, diatas rawa yang becek,
Anak ke 2 dari 7 bersaudara..
Ayah kuli bangunan, Ibu buruh cucian..
Dan salah satu adiknya terlahir cacat mental dan buta..
Hidup sederhana,
Dalam bingkaian syukur yang tak bertepi…
Itulah keluarga sarah,
Keluarga tempatku belajar,
Tentang hidup dan arti bersyukur..
Diary, setiap kali aku ke
sana ,
Ada
banyak rasa yang tak kuasa..
Rasa itu serasa membungkam mulutku untuk berkeluh,
Menunjuk mataku untuk bersyukur..
Allah, duniaku begitu sempurna…
Airmata ini Anugerah..
Sungguh, aku belajar dari keluarga sarah..
Dari mereka, aku melihat wajah teduh,
Sendagurau,
Ketulusan,
Saling percaya,
Ah.. keluarga itu…
Allah,
Aku ingin jadikan sarahku bidadari,
Ku ajari sarah menatap luas langit tempat mengantung ciat-cita,
Hamparan tanah untuk menjemput luas rizqi-Nya..
Allah,
Aku ingin sarah bahagia..
Diary, aku ingin katakana bahwa,
Kemiskinan bukanlah suatu kehinaan,
Terlahir dikeluarga miskin bukan pilihan,
Tapi kehinaan itu hanya ada pada;
Orang-orang yang menghinakan kemiskinan..
Karena berarti dia menghinakan Pencipta kemiskinan
Allah,
Aku sayang mereka,
Izinkan aku berarti bagi mereka..
Aku menikmati menghabisakan petang bersama mereka,
Aku tau mereka tak butuh uangku,
Semoga hadirku membuta hari mereka berwarna..
To be continued
on November 10th, 2008 at 1:53 am
People should read this.
on December 17th, 2008 at 7:21 pm
I like people who care with others without seeing the status….
I love you my sister…