Suatu Ketika……
Suatu Ketika……
Kadang untuk menjadi pintar, kita tak harus belajar dikelas. Dimanapun kita berada, hakikatnya adalah tempat belajar yang baik untuk kita…
Staff Room; Lunch time
(cerita ini bukan rekayasa, hanya di visualisasikan dalam kata dan kurang lebihnya mohon maaf….)
Ran and Her senior
“Ran, berapa usiamu?”
“24 Pak, kenapa Pak?”
“sudah punya pacar Ran?”
“hm.. ga akan punya pacar Pak.”
“loh kenapa?”
“Saya mau punya suami aja Pak..”
“oh ya, bagus memang Ran begitu.. aku dulu klo tau, pengennya juga ga pacaran sama Istriku. Memanglah Ran ga usah pacaran, banyak mudhorotnya.., eh ran, menurutmu Mr. X gimana?
“Mr X Pak? Hm.. baik kok Pak..”
“klo aku sebagai sudut pandang jadi wanita, dia itu pantas lah direkomendasikan. Gimana ran?”
“heh, saya Pak? Wah gimana ya Pak. Mr x baik sih pak.. tapi Ran ga dapet chemistrynya klo pas komunikasi dengan beliau.”
“iya sih, agak pendiam ya.. tapi dia mapan, sholih, agamanya bagus, Secara fisisk juga..”
“maka dari itu Pak, beliau cari yang sempurna..”
“semua orang cari yang sempurna lah Ran, tapi harus lihat kondisi kita juga kan?”
“beliau cari yang sempurna, yang hafal qur’an gitu lah..”
“oh gitu ya, wah padahal aku mau rekomendasikan kamu Ran..”
“waduh, maaf Pak kita ganti topic saja ya..”
“ya tapi kamu juga harus memikirkan tentang itu loh Ran..”
“iya pak.. Ran juga baru nyadar, ternyata cari jodoh sulit. ternyata jodoh tidak sesimple yang ran bayangkan. Being adult is complicated”
“ya jangan begitu, kamu ngomong begitu karena kamu wanita. Dan kulturnya Indonesia, wanita itu hanya dipilih. Trus laki-laki akan ngomong gampang cari jodo, karena dia memilih. Tak kasih tau ya Ran, sebejat apapun laki-laki, itu pasti ingin menikah dengan wanita yang sholihah. Itu klo laki-lakinya masih normal otaknya..”
“kenapa Pak?”
“kamu tau, aku dulu waktu kuliah selalu melihat cewek itu dari sex appearance-nya. Orang bilang aku metroseksual, tapi ga segitunya lah.. rapi aja mungkin. Tapi Ran seiring pendewasaanku, aku berfikir buat apa aku cari cewek2 yang seperti itu. Aku pasti bisa dapatkan mereka hanya sekedar dipinggir jalan. Gampang banget. Dia pun mungkin sudah dinikmati orang. Dan aku berfikir akan jadi apa anakku, didik orang yang seperti itu. Untung aku masih agak scientist Ran..”
“hm.. gitu ya pak..”
“Alhamdulillah, Istriku luar biasa Ran. Aku tuh secara emosi depend on her very much.”
“begitulah jodoh mungkin Pak..”
“dan kamu tau Ran, dia jauh dari kriteriaku dulu waktu muda. Istriku, kamu tau sendirikan dia wajah biasa saja, ga tinggi juga dan dari keluarga tidak mampu. Tapi dia itu cerdas Ran. Bersamanya aku sekarang tidak kuarng dari apapun. Rumah mobil kami sudah punya. Menghidupi orang tua lagi.. Makanya, aku bilang klo ada cowok yang nyari istri seksi dan kaya itu bodoh Ran..”
“iya kah Pak?”
“yang dicari itu pinter dan sholihah.., tapi Cewek seperti apa yang jadi pilihannya, itu mencerminkan tujuan hidupnya…”
“hm.. dalem ya Pak.. Waduh klo soal begini Ran belum makan asam garam dunia. Makanya pak, Ran sekarang belajar jadi wanita sholihah aja… hehe..”
“gimana Ran sudah betah diBontang?”
“hm…belum 100% pak.. masih banyak Homesick..”
“mau ikut CPNS Bonatng?”
“sepertinya tidak pak. Ran belum berani memutuskan menetap di Bontang. Masih ada mimpi-mimpi yang belum tercapai.”
“oh ya, gimana planningmu ke depan? Masih semangat sekolah kan? Klo menurutku kamu bisa kok asal ada kesempatan. Semangatmu itu bagus banegt.”
“mohon doanya saja pak, ran sedang menabung..”
“iya lah insyaAllah bisa. Berapa saving money mu per bulan?”
“hm.. alhamd cukup lah pak”
“berapa tahun targetmu disini?”
“belum tau pak, semoga Allah memberikan yang terbaik saja.”
“prihatin dulu aja ran, mumpung kamu masih muda.”
“muda pak? Waduh ran aja dah merasa tua banget. Temen2 ran aja sudah pada menikah dan punya anak. Ran? Walah masih belum apaapa..”
“pasti ada saatnya ran.. lah klo jodohmu disini gimana?“
“wah klo itu mah sudah rahasia Illahi Pak..”
“ya lah, setidaknya untuk meraih mimpimu, kamu harus bekerja keras tuh Ran.. ”
“ya pak.. Pak trimakasih pelajarannya hari ini. Ran belajar tentang hidup dari bapak.”
“sama-sama Ran, kamu dah seperti anakku…”
Kesimpulannya, perbaiki dirimu maka akan kau dapatkan yang terbaik. Semangat Ran!!