my heart says…

August 31st, 2008

Suatu Ketika……

Posted by salsatersayang in Diary

Suatu Ketika……

Kadang untuk menjadi pintar, kita tak harus belajar dikelas. Dimanapun kita berada, hakikatnya adalah tempat belajar yang baik untuk kita…

Staff Room; Lunch time

(cerita ini bukan rekayasa, hanya di visualisasikan dalam kata dan kurang lebihnya mohon maaf….)

Ran and Her senior

“Ran, berapa usiamu?”

“24 Pak, kenapa Pak?”

“sudah punya pacar Ran?”

“hm.. ga akan punya pacar Pak.”

“loh kenapa?”

“Saya mau punya suami aja Pak..”

“oh ya, bagus memang Ran begitu.. aku dulu klo tau, pengennya juga ga pacaran sama Istriku. Memanglah Ran ga usah pacaran, banyak mudhorotnya.., eh ran, menurutmu Mr. X gimana?

“Mr X Pak? Hm.. baik kok Pak..”

“klo aku sebagai sudut pandang jadi wanita, dia itu pantas lah direkomendasikan. Gimana ran?”

“heh, saya Pak? Wah gimana ya Pak. Mr x baik sih pak.. tapi Ran ga dapet chemistrynya klo pas komunikasi dengan beliau.”

“iya sih, agak pendiam ya.. tapi dia mapan, sholih, agamanya bagus, Secara fisisk juga..”

“maka dari itu Pak, beliau cari yang sempurna..”

“semua orang cari yang sempurna lah Ran, tapi harus lihat kondisi kita juga kan?”

“beliau cari yang sempurna, yang hafal qur’an gitu lah..”

“oh gitu ya, wah padahal aku mau rekomendasikan kamu Ran..”

“waduh, maaf Pak kita ganti topic saja ya..”

“ya tapi kamu juga harus memikirkan tentang itu loh Ran..”

“iya pak.. Ran juga baru nyadar, ternyata cari jodoh sulit. ternyata  jodoh tidak sesimple yang ran bayangkan. Being adult is complicated”

“ya jangan begitu, kamu ngomong begitu karena kamu wanita. Dan kulturnya Indonesia, wanita itu hanya dipilih. Trus laki-laki akan ngomong gampang cari jodo, karena dia memilih. Tak kasih tau ya Ran, sebejat apapun laki-laki, itu pasti ingin menikah dengan wanita yang sholihah. Itu klo laki-lakinya masih normal otaknya..”

“kenapa Pak?”

“kamu tau, aku dulu waktu kuliah selalu melihat cewek itu dari sex appearance-nya. Orang bilang aku metroseksual, tapi ga segitunya lah.. rapi aja mungkin. Tapi Ran seiring pendewasaanku, aku berfikir buat apa aku cari cewek2 yang seperti itu. Aku pasti bisa dapatkan mereka hanya sekedar dipinggir jalan. Gampang banget. Dia pun mungkin sudah dinikmati orang. Dan aku berfikir akan jadi apa anakku, didik orang yang seperti itu. Untung aku masih agak scientist Ran..”

“hm.. gitu ya pak..”

“Alhamdulillah, Istriku luar biasa Ran. Aku tuh secara emosi depend on her very much.”

“begitulah jodoh mungkin Pak..”

“dan kamu tau Ran, dia jauh dari kriteriaku dulu waktu muda. Istriku, kamu tau sendirikan dia wajah biasa saja, ga tinggi juga dan dari keluarga tidak mampu.  Tapi dia itu cerdas Ran. Bersamanya aku sekarang tidak kuarng dari apapun. Rumah mobil kami sudah punya. Menghidupi orang tua lagi.. Makanya, aku bilang klo ada cowok yang nyari istri seksi dan kaya itu bodoh Ran..”

“iya kah Pak?”

“yang dicari itu pinter dan sholihah.., tapi Cewek seperti apa yang jadi pilihannya, itu mencerminkan tujuan hidupnya…”

“hm.. dalem ya Pak.. Waduh klo soal begini Ran belum makan asam garam dunia. Makanya pak, Ran sekarang belajar jadi wanita sholihah aja… hehe..”

“gimana Ran sudah betah diBontang?”

“hm…belum 100% pak.. masih banyak Homesick..”

“mau ikut CPNS Bonatng?”

“sepertinya tidak pak. Ran belum berani memutuskan menetap di Bontang. Masih ada mimpi-mimpi yang  belum tercapai.”

“oh ya, gimana planningmu ke depan? Masih semangat sekolah kan? Klo menurutku kamu bisa kok asal ada kesempatan. Semangatmu itu bagus banegt.”

“mohon doanya saja pak, ran sedang menabung..”

“iya lah insyaAllah bisa. Berapa saving money mu per bulan?”

“hm.. alhamd cukup lah pak”

“berapa tahun targetmu disini?”

“belum tau pak, semoga Allah memberikan yang terbaik saja.”

“prihatin dulu aja ran, mumpung kamu masih muda.”

“muda pak? Waduh ran aja dah merasa tua banget. Temen2 ran aja sudah pada menikah dan punya anak. Ran? Walah masih belum apaapa..”

“pasti ada saatnya ran.. lah klo jodohmu disini gimana?“

“wah klo itu mah sudah rahasia Illahi Pak..”

“ya lah, setidaknya untuk meraih mimpimu, kamu harus bekerja keras tuh Ran.. ”

“ya pak.. Pak trimakasih pelajarannya hari ini. Ran belajar tentang hidup dari bapak.”

“sama-sama Ran, kamu dah seperti anakku…”

Kesimpulannya, perbaiki dirimu maka akan kau dapatkan yang terbaik. Semangat Ran!!

August 27th, 2008

a new hope

Posted by salsatersayang in Diary

A New Hope…

That a new hope is always in our pray…

August 25th, 2008

Cermin

Posted by salsatersayang in Diary

hm… Ran,

beberapa hari ini aku melihat wajahmu berseri..

manis sekali,

aku lama tak melihat senyummu..

tapi senyummu masih seindah yang dulu..

Ran,

Aku tau ini yang kau rindukan..

menikmati setiap detik yang kamu lewati,

menuliskan mimpi2mu didinding kamarmu,

dan setiap kali itu pula akan kau pandangi..

Ran,

ketahuilah,

langgakahmu masih begitu jauh..

aku bisa melihat mimpimu dimatamu,

yakini itu sebagai bagian hidupmu,

dan mimpimu akan jadi kenyataan,

pada waktu dan tempat yang tepat..

Ran,

Akh.. Binar matamu..

menginggat kan ku saat kamu berbicara denganku

bercerita tentang harimu,

kadang kau tersenyum,

dan dihadapanku pula kau menangis..

sungguh aneh,

kamu selalu tersenyum dan tertawa didepanku,

seolah kamu ingin aku tau tentang perasaanmu,

Akh Ran..

ketahuilah aku sangat menyayangimu..

tapi jujur aku bahagia,

karena aku tak melihat air mata itu lagi..

tapi aku melihat senyum optimis,

Lihat mimpimu didinding!

Tahun 2009 akan menjadi tahun yang indah bagimu..

2007 dan 2008 akan tersisa menjadi kenangan..

Ran,

aku selalu menikmati cantikmu..

dariku

Cermin kesayanganmu..

August 22nd, 2008

Untuk Keluarga Sarah

Posted by salsatersayang in Diary

Untuk Keluarga Sarah

Diary, aku sempat menulis bahwa;

Kehidupan ini adalah sekolah terbaikku..

Aku bisa belajar banyak hal dari apa yang aku lihat,

Rasakan, dan alami..

Allah punya cara-Nya tersendiri untuk men-tarbiyah hamba-Nya

Termasuk aku..

Sarah,

Gadis kecil yang tinggal dipinggiran

kota

Bontang..

Rumah papan, diatas rawa yang becek,

Anak ke 2 dari 7 bersaudara..

Ayah kuli bangunan, Ibu buruh cucian..

Dan salah satu adiknya terlahir cacat mental dan buta..

Hidup sederhana,

Dalam bingkaian syukur yang tak bertepi…

Itulah keluarga sarah,

Keluarga tempatku belajar,

Tentang hidup dan arti bersyukur..

Diary, setiap kali aku ke

sana

,

Ada

banyak rasa yang tak kuasa..

Rasa itu serasa membungkam mulutku untuk berkeluh,

Menunjuk mataku untuk bersyukur..

Allah, duniaku begitu sempurna…

Airmata ini Anugerah..

Sungguh, aku belajar dari keluarga sarah..

Dari mereka, aku melihat wajah teduh,

Sendagurau,

Ketulusan,

Saling percaya,

Ah.. keluarga itu…

Allah,

Aku ingin jadikan sarahku bidadari,

Ku ajari sarah menatap luas langit tempat mengantung ciat-cita,

Hamparan tanah untuk menjemput luas rizqi-Nya..

Allah,

Aku ingin sarah bahagia..

Diary, aku ingin katakana bahwa,

Kemiskinan bukanlah suatu kehinaan,

Terlahir dikeluarga miskin bukan pilihan,

Tapi kehinaan itu hanya ada pada;

Orang-orang yang menghinakan kemiskinan..

Karena berarti dia menghinakan Pencipta kemiskinan

Allah,

Aku sayang mereka,

Izinkan aku berarti bagi mereka..

Aku menikmati menghabisakan petang bersama mereka,

Aku tau mereka tak butuh uangku,

Semoga hadirku membuta hari mereka berwarna..

To be continued

August 21st, 2008

Rumah baru, Hidup baru, Semangat Baru….

Posted by salsatersayang in Diary

Rumah baru, Hidup baru, Semangat Baru….

Alhamdzulillaah….

Hm, rumah itu.. mengingatkan masa kecilku. Tenang, sepi, rapi.. Aku sempat menikmati cahaya matahari sore itu. Hanya, aku kadang merasa tak seindah dulu..

Saat orang-orang yang menyayangi aku ada disampingku..

My beloved mother, adalah oarng yang selalu membuatku nyaman berada dirumah…

Dad, akan kutepati janjiku.. Aku akan berlari mengejar semua yang sempat tertinggal.

Aku akan menjadi peri kecilmu yang cantik,

Yang akan membuat hidupmu bahagia..

Allah, terimalah cintaku kembali…

Rengkuh aku dalam rahmat-Mu,

Dan bimbing aku,

agar aku bisa menjadi bidadari syurga-Mu kelak..

Aku hidup lagi…

August 21st, 2008

Ruang Hidup

Posted by salsatersayang in Diary

Masihkah ku bisa tertawa terbahak,

dari sempitnya waktu yang begitu kelam,

perjuanagan hidup memang sangatlah berat,

tuk melepas beban yang begitu mengikat..

haruskah ku hentikan waktu yang terus berpuatar

namun ku tak mungkin bisa tuk merubah segalanya

Aku masih bisa terus berjalan,

Menjalani hidup meskipun sulit menjadi mudah..

Jadikan cobaan itu anugerah,

Yang bisa merubah ruang yang gelap menjadi indah…

dan terusa langkahkan kaki ke depan,

berikan warna hidup kita menjadi indah…

August 21st, 2008

Waiting for the Promises…

Posted by salsatersayang in Diary

Allah has promised, to those among you who believe and work righteous deeds, that He will, of a surety, grant them in the land, inheritance (of power), as He granted it to those before them; that He will establish in authority their religion, the one which He has chosen for them; and that He will change (their state), after the fear in which they (lived), to one of security and peace: `They will worship Me (alone) and not associate aught with Me.’ If any do reject Faith after this, they are rebellious and wicked.”
[TMQ 24: 55]

August 20th, 2008

Viva for the New Life

Posted by salsatersayang in Diary

Viva for the New Life…,

August 18th, 2008

Tentang Seseorang

Posted by salsatersayang in Diary

11 Agustus 2008

halo ema,

tau gk?q salut sm kmu ema,

dulu q slalu memandang sebelah mata kemampuan seorang cewek

dalam berbgai hal,baik itu paradigma,skill,pengalaman,dsb.

dulu q selalu menganggap bahwa cowok tuh dikodratin "lebih" segalanya dari seorang cewek,

bahkan (kr2 thn 2000),q prnah gk stuju bgt tuh dg adanya emansipasi wanita..,

namun semenjak melihat kmu,smua itu berubah..,

q menyaksikan seorang cewek yg punya berbagai skill,

pandangan yg luas..,dan punya banyak pengalaman..,

bahkan selama qt ada di BEM UM,q banyak belajar berbagai hal dr kmu..

(sehingga saat lg nge-trend2nya film ayat2 cinta q gk kuper2 amat gtu..he5x)

q angkat topi deh ema..,

teruslah berkarya..,

raihlah bintangmu..

gapai dan wujudkanlah mimpimu..

terus berjuang dan berkarya..

Rendra

Diary, kali ini aku punya cerita unik

Tentang seorang teman yang bagiku dia unik sekali..

Dia masuk dalam daftar nama orang2 yang ingin ku temui

Kelak jika aku ke

Malang

Dulu aku pertama kali bertemu dia tahun 2005 akhir..

Aku masih ingat, sektretariat BEM sore itu

Dia datang dengan membawa berkas dalam map merah

‘Interview pengurus BEM’

Aku sempat memandangnya dari ujung kaki sampai rambut

Jeans belel nge-punk,

gaya

slengean, jawaban2 polos..

Ternyata namanya Rendra..

Diary, seandainya Rendra tau

Waktu itu (seingatku) dia jadi bahan diskusi kami

Menerimanya menjadi team kami,

Atau menolaknya dengan berbagai alsan

Hingga bagiku, menerimanya adalah keputusan paling bijak

Bagiku keberanianya membawa map merah,

Dan berani berbeda adalah sikap dewasa yang luar biasa…

Akhirnya, di A3 lantai 3 aku mulai mengenal dia

Makhluk yang aneh serasa hadir diantara kami

Tapi hadirnya memberi warna

Diary, sosok Rendra mengingatkan aku pada kakakku

Kakakku yang paling aku sayangi..

Dulu saat aku masih SMP,

Aku guitarist, dan kakakku drumernya

Gayanya, urakannya, persis rendra..

Itulah kenapa, aku merasa nyaman saja ketika bersahabat dengannya

Aku juga masih ingat,

Di BEM, saat aku dan rendra berdiskusi,

Renda bertanya tentang banyak hal

Tentang jilbab, kerudung, adab bergaul..

Seandinya Rendra tau,

Aku ingin banyak bercerita untuk dia..

Tentang arti hidup yang sesungguhnya..

Aku ingat juga,

Suatu ketika waktu itu musim PKPT(ospek)

Kami jadi panitya

Aku sempat mengancam Rendra,

Aku minta dia jangan pake jeans belel dan berlubang

Esoknya, Rendra memanggilku,

Hanya sekedar menunjukkan celana jeansnya yang rapi..

Dan satu lagi yang membuatku terharu,

Rendra yang ku kenal saat ini,

Dulu sempat terpanggil hatinya untuk ke

Ambon

Aku sempat tak percaya,

Tapi aku tau manusia punya sisi hidup yang berbeda..

Diary, meski aku tak banyak mengenal Rendra,

Tapi aku suka menjadi sahabatnya..

Persahabatan diantara kami tulus..

Buktinya, sampai detik ini pun dia masih menjadi sahabatku

Dan aku juga banyak belajar dari dia

Rendra meyakinkan aku,

Bahwa hidupku sempurna..

Dia mengajariku untuk menatap hari esok,

Mengejar cita-cita..

Aku belajar semangat hidup dari Rendra…

Diary, sampaikan pesanku untuk Rendra:

Selamat berjuang,

raih cita-cita dunia dan akhirat..

terimakasih Rendra atas semuanya

jangan lupa siapin kaosnya untukku,

dan.. klo ingin bertemu denganku,

liat saja film ayat2 cinta..

kan Aisyahnya aku, hehe..

  • Monthly

  • Blogroll

  • Meta: