Sekolah Impian
Sekolah Impian
Malam selalu datang tanpa rencana,
Begitupun malam ini..
Aku sengaja mematikan laptopku, memasang waker-ku,
Dan kupeluk boneka kesayanganku..
Ingin aku segera masuk ke alam mimpiku..
Tapi, hp ku berdering
Dian….
Dian di Malang..
Suaranya masih ku ingat jelas..
Dian, malam ini dia menginggatkan aku
Akan sebuah mimpi yang ingin ku kubur dalam2..
Diary, aku ingin mencatatnya disini
Menjadi catatan tak terlupakan dalam hidupku
Sebuah mimpi tertunda…
Aku, Dian, Hamid, Hazz, Yuli, Hirfa dan Ayie
Mereka adalah sahabat2ku mengukir mimpi itu
Sekelompok mahasiswa yang naïf, sok idealis, dan terlalu PD
Akh, teman-teman andai kau tau betapa rindunya aku…
Diary, bersama mereka aku memulai mimpi
Semester VI masa kuliah kami menjadi waktu yang indah
Mata kuliah English for Young Learners
Adalah inspirator kami…..
Masih kuingat, taman FIP, perpus UM lantai II,
Al Azhar Kids, Palm Kids, dan Paud Amanah
Adalah tempat-tempat bersejarah bagiku…
Di taman FiP, tempat pertama aku tuangkan isi otakku
Anggukan kepala teman2ku adalah kekuatan bagiku
Dan tertorehlah sebuah komitment
Bahwa kami akan bersama meraih mimpi itu…
Disanalah kami merancang strategi dan membuat rencana
Rencana demi rencana terlampaui..
Palm Kids; disanalah aku merasa bodoh dan perlu belajar,
Kerjakeras dan tak putus asa…
Al Azhar Kids; aku sempat berbisik disana,
Suatu hari nanti aku akan memelikinya
Paud Amanah; Hari-hari penuh pembelajaran..
Menorehkan ilmuku dalam kanvas putih mereka
Akh indahnya..
Sebuah Grand Design sudah tersusun,
Rumah kecil di Sawojajar pernah menjadi saksi besarnya usahaku
1 Box besar mainan anak masih tersimpan didalam sebuah kardus
(entah kapan aku akan mampu membukanya kembali)
Aku beli dari uang jerih payahku sendiri
Setumpuk buku2 cerita dan dongeng,
Aku lupa dikardus mana kamu sembunyi…
Draft NPWP pun sempat tercetak,
Silabus pembelajaran tersusun rapi,
Acara launching pun sempat terkonsep…
Bagiku kala itu, mimpiku sudah didepan mata
Sampai aku lupa menyiapkan satu hal
Yang sangat penting untuk disiapkan,
Yaitu ‘kegagalan’…..
Aku benar-benar lupa menyiapkan kegagalan
Hingga aku merasa benar-benar gagal…
Mimpi yang kubangun sekuat tenaga,
Berhambur menjadi keping-keping
Tak ada kekuatanku untuk membangunnya kembali
Hanya satu pilihan,
Membuangnya dan menggantinya dengan mimpi baru
Aku tulis cerita ini dengan alunan lagu dari DEWA
Judulnya ‘hidup adalah perjuangan’…
Kemenangan hari ini
Bukanlah berarti kemenangan esok hari
Kegagalan hari ini
Bukanlah berarti kegagalan esok hari
Hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti
Usah kau menangisi hari kemarin….
Tak ada yang jatuh dari lagit
Dengan Cuma-Cuma
Semua usaha dan doa…
Dian, jika malam ini kamu mengajakku bermimpi lagi,
Jujur, aku seperti menemuka energy baru
Kamu tau betul sapa aku,
Dan apa yang pernah aku impikan…
Mimpi itu adalah mimpi kita
Tapi…
Andai aku bisa bercerita,
Membangun mimpi itu kembali seperti membuka luka bagiku
Mimpi itu adalah bagian dari rencana hidupku..
Malang
, yah diMalanglah dulu aku bermimpi
Menghabiskan sisa hidupku…
Membangun sebuah Sekolah Impian
Aku masih ingat,
Surat
terakhir yang ku terima
Saat aku masih di Filipina..
Seseorang meyakinkan aku
Bahwa suatu hari nanti,
Impian sebuah sekolah itu akan menjadi kenyataan
Sekolah yang tak kenal kasta,
Sekolah yang empatik, mendidik, dan cerdik (????)
Aku tak mampu berucap padamu Dian,
Bahwa aku belum cukup kuat untuk kembali ke
Malang
Meski masih ada satu mimpiku dimalang
yang harus kuraih suatu hari nanti..
Entah kapan itu hanya waktu yang bisa menjawabnya…
Setelah kamu tutup telponmu,
Taukah kamu Dian,
Aku menangis
Aku disini, di Bontang
Sedang mencoba merajut mimpi2 yang lain
Dan menghapus mimpi2 yang pernah gagal
Akupun sedang mengumpulkan kekuatan,
Untuk kembali menjadi sosok yang pernah kamu kenal dulu
Saat pertama ketemu diPKPT, alam diskusi ditaman LPM,
Partner disekretrariat BEM dan UKM,
Tempat mengisi nurani di Masjid Al hikmah..
Disitulah kamu kenal aku…
Sosok yang periang, ambisius, dan konseptor…
Saat ini, aku hanya ingin senyumku kembali…
Tapi percayalah Dian, mimpi itu tetap menjadi mimpi kita
Suatu hari,
Saat kakiku sudah kuat berpijak,
Langkahku kembali tegap,
Tatapan mataku tajam ke depan,
insyaALlah, kita akan memulai lagi…
merajut mimpi itu jika Allah SWT mengizinkan,
Sebuah Sekolah Impian….